PENYAKIT HATI DAN PENYEMBUHANNYA


A.  Surat At Taubah ayat 125.


فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ

Artinya: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”.

 

B.  Surat At Taubah ayat 125.


وَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا اِلٰى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوْا وَهُمْ كٰفِرُوْنَ

Artinya: "Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surat itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir,"

 

C.  QS. Al-Hujurat ayat 12

 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيْمٌ

Artinya "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."

 

D.  Bukhari, Muslim, Ibn Majah, Ad Darimi, Ahmad

 

صحيح البخاري ٥٠: حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ  "إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ"

Shahih Bukhari 50: Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim Telah menceritakan kepada kami Zakaria dari 'Amir berkata: aku mendengar An Nu'man bin Basyir berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati."

 

Jenis-Jenis

Penyakit Hati

 

1.    Cinta Dunia atau Hubbud Dunya


QS. Al-Hadid ayat 20

 

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: "Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya."

 

Cinta dunia atau hubbud dunya adalah sifat tercela yang sangat berbahaya bagi kondisi hati. Kecintaan berlebihan terhadap dunia bisa menggelapkan hati, membuat seseorang jauh dari Allah SWT, dan memudarkan iman serta akhlak yang baik.

 

2.      Dengki atau Hasad

 

QS. An-Nisa’k ayat 54

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا ءَاتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ فَقَدْ ءَاتَيْنَا ءَالَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا

Artinya: "Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah menganugerahkan kerajaan (kekuasaan) yang sangat besar kepada mereka."

 

Dengki atau hasad adalah akar dari segala bentuk penyakit hati. Hasad menyalakan api kebencian dalam hati yang dapat memadamkan semua potensi kebaikan hati yang ada.

 

Saat hati sudah tertutupi oleh kabut kebencian akibat hasad, pandangan seseorang terhadap orang lain pun menjadi sempit.

 

Ia akan sulit menerima kebahagiaan orang lain, terutama ketika melihat seseorang yang hidupnya dipenuhi dengan nikmat dan karunia. Rasa dengki ini hanya akan membawa kerusakan bagi diri sendiri dan menjauhkan kita dari ketenangan hati.

3.    Sombong dan Ujub

 

QS. Lukman ayat 18

 

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya: "Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri."

 

Sombong (al-kibr) dan ujub (bangga diri) adalah sifat tercela yang sangat berbahaya bagi hati manusia. Kedua sifat ini saling berkaitan dan menjadi ciri khas sifat-sifat iblis yang hanya membawa kerugian bagi orang yang memiliki sifat ini.


Sifat sombong adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk
merasa lebih tinggi dari orang lain. Sifat ini tampak dari tindakan atau perbuatan yang menunjukkan kesombongan secara lahiriah. Sedangkan ujub adalah perasaan bangga diri yang timbul dari dalam hati.


Sifat ujub muncul ketika seseorang merasa bahwa segala yang dimilikinya baik ilmu, kekayaan, maupun kemampuan adalah hasil jerih payahnya sendiri tanpa mengakui bahwa semuanya adalah karunia dari Allah SWT.

 

4.    Riya'

QS. Al-Maa’un ayat 6


الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

Artinya : mereka berbuat riya

 

Riya' adalah salah satu penyakit hati yang sering kali tersembunyi tapi memiliki dampak yang hampir setara dengan syirik.


Rasulullah SAW menyebut riya' sebagai "syirik kecil" karena bentuknya yang samar dan sering tidak disadari oleh pelakunya. Riya' secara umum diartikan sebagai melakukan suatu kebaikan dengan tujuan memperoleh pujian, sanjungan, atau pengakuan dari manusia.


Rasulullah SAW menggambarkan betapa halusnya riya' ini, bahkan lebih halus dari jejak seekor semut hitam di atas batu hitam di malam hari yang gelap gulita.

Penyakit hati ini muncul ketika seseorang melakukan amal kebaikan tapi niatnya bukan karena ikhlas kepada Allah SWT, melainkan berharap apresiasi dari manusia

 

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang memperlihatkan amalannya karena ia riya', maka Allah akan memperlihatkan ketidakikhlasannya itu dan barang siapa yang berbuat riya', maka Allah akan menampakkan riya'-nya itu." (Muttafaq 'Alaih)

5.    Tamak atau Rakus

QS. At Taghabun ayat 15

 

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar."


Tamak atau rakus adalah sifat yang sangat tercela, dianggap sebagai sumber kehinaan dan bencana.
Dorongan syahwat yang terus menginginkan lebih banyak dari apa yang sudah dimiliki tanpa pernah merasa puas adalah akar dari sifat ini.


Baik itu terkait harta dunia, ilmu, jabatan, atau apa pun yang menggiurkan, sifat tamak ini menjerumuskan hati pada keburukan. Sifat ini jelas menjadi bagian dari penyakit hati yang merusak.

 

Apa yang dimiliki dianggap tidak cukup, hingga terus mengandai-andai untuk mendapatkan lebih banyak lagi, bahkan berangan-angan tentang sesuatu yang bukan haknya. Hal ini membuat manusia lupa bahwa dunia dan segala isinya hanyalah ujian, bukan tujuan.

 

 

6.    Mengikuti Hawa Nafsu


Mengikuti hawa nafsu adalah salah satu bentuk akhlak tercela yang berbahaya bagi kehidupan spiritual seseorang. Sifat ini tidak hanya merusak hati, tetapi juga menjerumuskan pelakunya ke dalam penderitaan yang sangat besar.


Hawa nafsu cenderung mengajak manusia pada tindakan yang berlebihan dan menyimpang dari jalan kebenaran, menjauhkan mereka dari Allah SWT.


Ketika hati sudah dikuasai oleh hawa nafsu, ia tidak lagi mengingat Tuhannya, bahkan segala tindakan yang dilakukan sering kali melebihi batas yang telah ditetapkan oleh agama.

 

7.    Kikir Atau Bakhil

QS. An Nisak ayat 37

 

       الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا ءَاتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang kikir, menyuruh orang (lain) berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan."
Kikir atau bakhil adalah sifat tercela yang termasuk dalam salah satu penyakit hati yang paling buruk.



Sikap ini sangat dibenci oleh Allah SWT, karena orang yang kikir tidak hanya
menahan hartanya sendiri, tetapi juga sering mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Sifat bakhil ini menghalangi seseorang dari memberi, meskipun dia memiliki kecukupan

 

8.    Buruk Sangka

QS. Al-Hujurat ayat 12

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيْمٌ

Artinya "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."

 

QS. Yunus ayat 36

 

وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا إِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ

Artinya: "Kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna menyangkut (perolehan) kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan."


Buruk sangka adalah salah satu sifat tercela yang tergolong dalam penyakit hati yang berbahaya. Sifat ini membawa dampak negatif pada diri seseorang karena mengotori pikiran dan hati dengan prasangka buruk yang dapat menghancurkan hubungan baik dengan orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara Mengendalikan

Penyakit Hati dalam Islam

 

 

A.   Syekh Ibrahim Al-Khawash yang dikutip oleh Imam Al-Qusyairi dalam Ar-Risalatul Qusyairiyah, terdapat lima langkah utama yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit hati,

1.    : قِرَاءَةُ الْقُرْآَنَ Membaca Al-Qur'an dengan penuh penghayatan dan perenungan.

2.    وَخَلاَءُ البُطُنْ Mengatur pola makan agar tidak berlebihan, misalnya dengan berpuasa.

3.    وَقِيَامُ الَّليْلُ  Melakukan salat Tahajud

4.    وَالتَضَرُّعُ عِنْدَ السَحُرْ Merendahkan diri di hadapan Allah SWT, terutama pada waktu akhir malam atau zikir di malam hari

5.    وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِيْنَ Bergaul dengan orang-orang yang saleh

 

B.   Imam Al-Ghazali dalam Minhajul Abidin, penyembuhan penyakit hati dapat dilakukan melalui dua jenis amalan,

1.    Amalan lahiriah : Amalan lahiriah mencakup salat, puasa, zakat, dan mencari rezeki halal

2.    Amalan batiniah.: amalan batiniah lebih kepada menjaga niat dan sikap hati seperti taubat, ikhlas, syukur, jujur, dan tawakal

 

Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama, baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua, sholat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh

Yang keempat, perbanyaklah berpuasa
Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini